Mengaplikasikan Nilai-nilai Isro Mi’raj kedalam diri

20 July 2009 at 11:28 PM Leave a comment

Maha suci ALLAH yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS:17:1)

Terlepas dari berbagai cerita mengenai perjalanan mi’raj Rosulullah yang sudah banyak diuraikan dalam berbagai kitab. Saya ingin mencoba mengambil nilai-nilai dari perjalanan tersebut serta bagaimana mengaplikasikannya dalam bentuk prilaku kedalam diri.

Ada dua kata kunci dari ayat diatas yaitu, Isro & Mi’raj. Isro dapat diartikan perjalanan pada malam hari dan Mi’roj yang artinya Naik. Selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah Mengapa perjalanan tersebut dilakukan pada malam hari ?

Malam hari adalah waktu yang istimewa, waktu yang hening, bebas dari hingar bingar dunia, waktu dimana  sebagian besar manusia sedang  terlelap tidur, saat dimana pikiran beristrirahat dari berbagai persoalan dunia, istirahat dari berbagai ambisi, niat buruk,dan prasangka-prasangka yang memenuhi pikiran. Keadaan pikiran ini akan menghasilkan udara (oxygen) yang dihirup menjadi lebih bersih (suci), karena saat menghirup udara yang masuk kedalam otak, udara akan tercampur dengan pikiran. Berbeda dengan keadan siang hari saat pikiran dipenuhi oleh prasangka-prasangka maka udara yang dihirup akan tercampur dengan kondisi pikiran, sehingga keluar-masuknya udara akan menghasilkan udara yang “kotor”.

Coba anda menggunjingkan kejelekan orang lain, bagaimana reaksi orang yang mendengar pergunjingan itu ?

Coba anda berbicara dengan kata-kata yang kasar, bagaimana perasaan orang yang mendengar perkataan anda ?

Pasti orang-orang disekitar anda akan merasa gerah, emosinya akan tersulut, dan atmosfirnya menjadi tidak nyaman, semua itu terjadi karena udara yang dihirup tercemar oleh keadaan pikiran (pikiran yang negative akan memancarkan energy negative)

Karena itu hamba-hamba yang bangun malam hari meraka akan menghirup udara yang bersih, yang akan mempengaruhi pikiran menjadi bersih. Pikiran yang bersih akan membantu hati menjadi bersih, itulah saat yang tepat untuk melakukan perjalanan kedalam diri dengan penuh kekhusuan. Sebuah perjalanan spiritual untuk mencapai pengenalan diri yang sesungguhnya, karena barangsiapa yang mengenal dirinya maka Ia akan mengenal Tuhannya, itulah puncak perjalanan seorang hamba.

Maka Isro Mi’roj dapat diartikan sebagai perjalanan spiritual seorang hamba dalam mencapai derajat pengenalan ALLAH.  Sebuah  perjalanan dari dalam qolbu yang suci  naik (Mi’roj) menuju  prilaku lahiriah yang TERPUJI….

Mohon maaf jika ada kekeliruan, Hanya ALLAH yang maha mengetahui.

Salam,

Edwin Hermawan

“Learning For Meaningful Life”

Entry filed under: Spiritual Inspiration. Tags: , , , , , , , , , , , , , .

Peran & Fungsi Departemen Traning Menggunakan Staf Professional Sebagi Internal Trainer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


July 2009
S M T W T F S
    Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: