Sang Maestro

3 July 2009 at 3:51 AM Leave a comment

Alkisah, dari salah satu balai lelang terkenal di dunia, tengah berlangsung lelang barang-barang seni yang sangat langka dan berkualitas tinggi, hari itu semua koleksi lelang laku terjual dengan harga sangat tinggi, hanya tersisa 1 biola tua.

“Baiklah hadirin yang mulia tiba gilirannya kami untuk melelang satu buah biola karya terakhir dari seorang seniman biola kelas dunia, yang sangat terkenal, inilah 1 buah biola klasik dengan harga pembukaan $5.000”, ucap juru leleng dengan suara  yang lantang. Semua mata hadirinpun tertuju ke sebuah biola yang dipajang disamping juru lelang. Biola itu terlihat kusam dan berdebu, senarnya terlihat longgar, dan alat geseknya terlihat kendor tak bergairah, sangat jauh dari kesan sebuah  karya seorang seniman kelas dunia.

Setelah memberi kesempatan beberapa saat kepada hadirin ternyata tidak ada satupun yang berminat menawar biola itu. Akhirnya juru lelangpun menurunkan harga. “Karena tidak ada yang menawar maka kami turunkan harga biola ini menjadi $ 4.000″  teriak juru lelang. Semua hadirin hanya terdiam, ruangan lelangpun menjadi sunyi, mereka hanya saling pandang, saling menunggu reaksi satu sama lain, setelah beberapa saat berlalu ternyata tidak ada satupun peserta lelang yang tertarik dengan harga tawaran itu. Akhirnya juru lelang pun kembali menurunkan harga menjadi $ 2,000, namun sungguh mengherankan tak ada satupun hadirin yang berminat membeli biola tersebut. Sampai akhirnya juru lelang menutup harga terakhir di angka $ 500.

Dengan wajah mulai tampak lelah, juru lelang terus menunggu penawar yang berani membeli dengan harga terakhir, namun sungguh diluar dugaan, tak ada satupun hadirin yang berani membeli biola tersebut. Tetapi beberapa detik sebelum lelang ditutup seorang anak muda mengacungkan tangan, sebagai isyarat bahwa ia berminat untuk membeli biola tersebut. Wajah juru lelang mulai terlihat semangat kembali…”Apakah saudara berminat untuk mebeli biola ini dengan harga $ 500” tanya juru lelang. “Benar tuan, saya adalah siswa sekolah musik, biola itu akan saya gunakan untuk alat latihan saya”. “Hadirin semua, akhirnya biola ini akan dibeli oleh seorang siswa sekolah musik….” , “Tunggu..” tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar suara laki-laki tua menghentikan suara juru lelang. Semua kepala hadirin menengok kebelakang untuk melihat siapa yang datang…wajah hadirinpun seketika tercengang, mereka hampir tidak percaya bahwa laki-laki tersebut adalah salah seorang murid terbaik seniman pencipta biola tersebut, keahliannya memaikan biola dan kemasyrannya hampir menyami gurunya, selama ini ia dikenal sebagai seorang Maestro biola yang ada dinegeri itu. ”  Sang maestro terus berjalan kedepan ruangan lelang dengan diikuti sorotan tajam mata hadirin yang tak berkedip sedetikpun.

Iapun mengambil biola yang dipajang, dan mulai membersihkan debu-debu yang menempel dengan sangat hati-hati, kemudian ia menyetel kembali senar-senar biola dengan sangat teliti, beberapa kali ia terlihat mengencangkan satu per satu senar biola, sampai ia akhirnya menemukan setelan senar yang pas.

Sejurus kemudian ia memainkan biola itu, suasana yang tadinya hening,  sontak meriah, suara lantunan biolanya seperti menyihir siapapun yang ada diruang itu, semua hadirin berdiri dan bergerak mengikuti irama biola, tak ada lagi kesunyian, tak ada lagi kebingungan, tak ada lagi kelesuan, semuanya ceria, wajah-wajah hadirin pun terlihat bersinar memancarkan kegembiraan, sang Maestro terus mamainkan biolanya, kemudian ia memainkan melodi yang lebih meriah lagi…semua hadirinpun larut dalam kemeriahan dan kegembiraan…setelah beberapa saat “menyihir” hadirin dengan musik yang meriah, sang Maestro mengubah lantunan iramanya, kini ia menghadirkan suasana musik yang mampu menciptakan ketenangan, hadirinpun duduk.. dan menikmati lantunan biola yang mulai merasuk sukma, Sang Maestro pun  terus memainkan biolanya,.. suasana terasa begitu tenang, begitu damai….dan  terlihat raut wajah hadirin yang memancarkan ketentraman batin…

Dan akhirnya sang  Maestro meghentikan permainan biolanya. kemudian ia berkata didepan hadirin “Biola ini adalah  salah satu karya terbaik guru saya sebelum meninggal, Saya  tidak rela jika biola ini hanya dihargai $500” .  Kemudain salah seorang hadirin berdiri dan menujuk tangan “Saya akan membeli biola ini seharga $ 5000…”, “Saya akan membeli dengan harga $10.000,… “. “Saya berani $ 20.000, “. “Saya akan ambil dengan penawaran $ 40.000,”. ujar hadirin yang lain. “Baiklah apakah masih ada yang menawar dengan harga yang lebih tinggi ? “ tanya juru lelang. Baru beberapa saat seorang laki-laki berdiri dan berkata “$ 50.000,-”

Akhirnya biola itupun terjual dengan harga $ 50.000 atau 100 kali lipat dari harga penawaran terakhir.

Kita semua adalah karya sempurna dan  terbaik dari sang maha pencipta, namun perjalan hidup kita didunia membuat jiwa dan ke-insanan kita terselimuti debu-debu; debu amarah, debu kebencian, debu kedengkian, debu syahwat, debu kemalasan, debu kebohongan, debu kesombongan, keimanan kitapun sering longgar, kita masih sering melanggar perintahNya, dan  masih sering lalai dari mengingatNya, yang  bisa menjurumuskan manusia kepada derajat yang rendah.

Karena itu kita membutuhkan seorang Maestro yang akan membimbing dan membersihkan debu-debu yang menyelimuti jiwa kita, yang akan menyetel kembali keimanan kita, untuk   melantunkan prilaku yang menciptakan kebahagiaan dan  kedamaian bagi sesama untuk mencapai derajat keiinsanan sebagai buah maha karya dari sang Maha Pencipta.

Wassalam,

Edwin Hermawan

“Learning for Meaningful Life”

Entry filed under: Spiritual Inspiration. Tags: , , , , , , , , .

Pertolongan itu datang ditengah Kepasrahan Total

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


July 2009
S M T W T F S
    Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: