MEMILIH PAKET TRAINING

MEMILIH PAKET TRAINING

Pernahkah anda mengalami kejadian yang mengecewakan ketika anda mendapat complaint dari peserta training yang merasa tidak puas dengan training yang anda siapkan, karena peserta merasa apa yang disajikan dalam training tidak sesuai dengan harapannya?

Lalu, apa yang harus diperhatikan ketika anda memutuskan untuk membeli paket training training ?

Ketika memutuskan untuk membeli paket training, maka ada tiga hal yang menentukan keberhasilan pelaksanaan training yaitu, Content (materi training), Delivery (penyampaian materi oleh trainer) dan Provider. Karena itu perlu tips tertentu dalam menilai ketiga faktor keberhasilan training tersebut.

Sebelum membuat proposal penawaran, provider yang profesional biasanya melakukan identifikasi terhadap kebutuhan training, karena itu berikan mereka informasi yang jelas mengenai Sasaran training, peserta, waktu pelaksanaan, latar belakang permasalahan, dan informasi lain yang relevan.

Membuat Sasaran Training

Jika sasaran training tidak dibuat secara jelas, akan mudah bagi provider training untuk membujuk/mempengaruhi anda bahwa program training mereka adalah yang terbaik. Oleh karena itu ketahui alasan dibalik permintaan training, lakukan Identifikasi dan analisa kebutuhan pelatihan.

Dalam membuat sasaran training, sebaiknya pertimbangkan aspek-aspek kebutuhan sebagi berikut:

  • Kebutuhan terhadap bisnis
  • Kebutuhan untuk mengatasi kesenjangan pengetetahuan/keterampilan karyawan

Kebutuhan Bisnis

Sasaran yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan bisnis, seperti adanya target bisnis yang harus dicapai, tingginya turn over pada karyawan yang potensial, meningkatnya complaint dari customer, tidak tercapainya standar kerja, menurunya produktivitas, meningkatnya kecelakaan kerja.

Table berikut adalah contoh bagaimana menghubungkan antara kebutuhan bisnis dengan sasaran pembelajaran serta konten training

Business Need

Learning Objective

Training Package Content

Retail store mgr are experiencing a high turnover rate for new clerk during the first 30 days of employment By the end of the training, the store mgr will be able to conduct a selection interview that screens out poor job candidate
  • How to ask screening question
  • How to avoid asking illegal question
Supervisor are not writing disciplinary notice for employee who underperform or act in appropriately By the end of the training, the supervisor will write an appropriately worded disciplinary notice
  • Situation that violate company policy
  • How to counsel subordinate
  • How to write a disciplinary notice

Kebutuhan untuk mengatasi kesenjangan pengetetahuan/keterampilan karyawan

Setiap jabatan pekerjaan memiliki persyaratan dan standar kerja yang harus dipenuhi oleh pemegang jabatan. Misalnya persyaratan seorang sekretaris adalah harus mempu mengetik dengan menggunakan program computer, mampu berbahasa inggris dengan baik lisan maupun tulisan dan memahami system pengarsipan. Maka jika dalam pekerjaan sehari-harinya Ia lambat dalam mengetik dokumen dengan program computer disini terjadi gap (kesenjangan) antara keterampilan yang dipersyaratkan dengan yang dimiliki.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, dapat diberikan training kepada pemegang jabatan. Berikut adalah contoh sasaran training yang bisa dibuat:

GAP

Learning Objective

Training Package Content

Secretary is not able using MS word quickly By the end of the training, the secretary able to write using MS Word in 10 minute per page without any mistake
  • How to edit document
  • Creating Table
  • Format document
  • Insert Object
Receptionist is not able to receive, transfer and connecting telephone calling quickly By the end of the training, Receptionist able to receive, transfer, and connecting all of telephone calling using PABX, telp directory and organization chart less than 10 minutes
  • Receive phone calling by PABX
  • Transfer phone calling by PABX
  • Using telephone directory

Meriview Content

Untuk meriview content harus ditetapkan Kriteria untuk menentukan apa yang paling penting yang harus dipenuhi dalam paket training

Setelah anda menentukan kriteria, maka anda harus memberikan penilaian kepada setiap provider training untuk menentukan seberapa besar mereka mampu memenuhi kriteria yang anda tetapkan. Dengan demikian anda dapat membandingkan mana diantara provider tersebut yang memiliki penilaian yang paling baik.

Setelah memberikan penilaian kepada masing-masing provider, maka untuk memudahkan perbandingan qualitas pemenuhan kriteria diantara provider, anda dapat membuat summary hasil penilaian dengan mentabulasikan masing-masing kriteria beserta nilai masing masing provider.

Berikut adalah contoh kriteria dalam menilai content yang bisa dipertimbangkan dalam memilih paket program training.

  1. Pengetahuan & Konsep dipaparkan secara jelas    a. Good      b. Poor
  2. Contoh-contoh kasus spesifik & konkrit                  a. Good      b. Poor
  3. Contoh-contoh kasus realistik                                    a. Good     b. Poor
  4. kecocokan Latihan-latihan (praktek)                          a. Good      b. Poor

Memilih Trainer

Ketika anda sudah menetapkan kriteria penilaian untuk content training, maka berikutnya adalah memastikan bahwa content tersebut dideliver oleh trainer yang berkualitas, untuk menjamin penyampaian materi dengan baik.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu disipkan ketika anda akan memilih calon trainer:

  1. Membuat kriteria seleksi
  2. Daftar Pertanyaan Interview
  3. Memonitor kinerja / Evaluasi

(a) Membuat Kriteria Seleksi

Perusahaan membuat kriteria yang harus dipenuhi oleh Trainer, beberapa kriteria untuk menyaring diantaranya adalah:

  • Apakah mereka memiliki pengalaman dalam memberikan training pada perusahaan yang sejenis
  • Apakah mereka memiliki pengalaman bekerja di industri yang sama
  • Apakah mereka memiliki waktu sesuai dengan permintaan Perusahaan

(b) Daftar Pertanyaan Interiew

Untuk menggali informasi lebih dalam mengenai trainer, pertanyaan dibawah ini bisa dijadikan sebagai rujukan:

  • Apa pemahaman anda mengenai kebutuhan training kami ?
  • Bagaimana anda bisa memenuhi kebutuhan training kami ?
  • Apa Keteramplan/Pengetahuan yang dapat anda aplikasikan dalam training ini ?
  • Berikan kami contoh training yang pernah anda lakukan sebelumnya yang menggunakan keterampilan tersebut
  • Perusahaan apa yang pernah menggunakan jasa anda
  • Kapan anda dapat memberikan training ini?
  • Apakah training anda bisa dicustomize
  • Bagimana anda mengukur hasil dari training yang anda berikan
  • Berikan waktu kepada trainer untuk mempresentasikan garis besar materi training, dan amati saat trainer melakukan presentasi.

(c) Monitoring Kinerja / Evaluasi

Untuk mengetahui kinerja mereka dalam memberikan training, dapat menggunakan pengukuran evaluasi tingkat reaksi yang diisi oleh peserta, evaluasi tingkat pembelajaran dan evaluasi tingkat aplikasi (tergantung kesepakatan awal)

Mengidentifikasi Provider

Untuk memastikan bahwa provider training yang dipilih memiliki reputasi dan track record yang baik, Anda dapat meminta informasi dari perusahaan-perusahaan yang pernah menggunakan jasa mereka, Anda juga dapat meminta referensi dari jaringan lain seperti melalui milist-milist

Mudah-mudahan bermanfaat

Salam,

Edwin Hermawan

“Learning For Meaningful Life”

www.metafor.webs.com


Reff : Jean Barbazetee, Trainer’s Support handbook dan Berbagi Sumber

20 August 2009 at 11:17 PM 1 comment

Memasarkan Internal Training

Keberhasilan memasarkan internal training dalam perusahaan membutuhkan pengetahuan  mengenai training apa yang sedang dibutuhkan karyawan dan mencari sumberdaya yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Keberhasilan ‘menjual’ internal training dapat berarti ketika karyawan mengajukan kebutuhan training, department training dapat mendorong mereka untuk ‘membeli’ program training yang tersedia.

Faktor keberhasilan Pemasaran

  1. Ketahui Siapa customer (karyawan yang membutuhkan training) anda?
  2. Ketahui apa kebutuhan training mereka, dan bagaimana kaitannya dengan kebutuhan bisnis ?

Mengetahui siapa customer mereka, dapat membantu untuk mengantisipasi apa kebutuhan mereka. Adakan pertemuan dengan mereka dan ketahui masalah yang terjadi yang mendorong mereka merasa perlu mengajukan permintaan training. Kemudian lakukan identifikasi terhadap kebutuhan yang dikaitkan dengan kebutuhan bisnis.

Beberapa langkah berikut dapat dilakukan, untuk membagun ‘komunikasi pemasaran’ yang berkelanjutan.

  1. Lakukan pertemuan dengan manager terkait, diskusikan bagaimana departemen training dapat membantu mereka dalam mencapai sasaran bisnis, dan informasikan kepada mereka kontribusi dan kemampuan yang dapat diberikan oleh department training.
  2. Bangun jaringan dengan para manager, buat acara pertemuan informal, misalnya mengundang mereka makan siang
  3. Libatkan manager, minta saran mereka dan berikan brosur / informasi mengenai program training
  4. Buat program penghargaan untuk para manager yang telah mendukung program training dengan mengirimkan staf mereka mengikuti training (misalnya dengan berikan sertifikat penghargaan)

Selain itu, anda juga dapat membuat kegiatan pemasaran yang lebih teknis:

  • Tampilkan foto kegiatan training, testimony peserta training dan grapik summary evaluasi reaksi dalam media komunikasi perusahaan (papan pengumuman, tv display, majalah internal)
  • Buat ‘tampilan khusus’ untuk departemen training seperti membuat slogan, pernyataan misi atau logo dan publikasikan pada setiap kesempatan.
  • Buat warna khusus yang menjadi ciri khas dalam mengumumkan kegiatan training
  • Pergunakan lebih banyak gambar…
  • Berikan ‘layanan’ tambahan untuk perusahaan, seperti membantu mendesign bahan presentasi.
  • Monitor kehadiran peserta trainig dan laporkan kepada management

Menghindari Peserta Tidak Hadir dalam Training

Perencanaan dan persiapan yang tepat dapat menghindari sedikitnya jumlah peserta yang menghadiri kegiatan training. Lakukan persiapan sebelum pelaksanaan training:

1. Persiapan enam sampai delapan minggu sebelum training (terutama jika training dilakukan diluar kantor)

–       Pilih tanggal pelaksanaan program
–       Pilih lokasi training
–       Survey tempat training; luas ruangan, furniture, penerangan, AC/ventilasi
–       Kebutuhan transportasi
–       Fasilitas parkir
–       Pesan/booking ruangan, identifikasi setup ruangan
–       Pesan kebutuhan Audio Visual
–       Pesan kebutuhan coffe break, makan
–       Buat Pengumuman/Undangan Training

  • Informasikan benefit dan sasaran training
  • Cantumkan Subyek dan outline training
  • Cantumkan testimony dari peserta sebelumnya
  • Kirimkan surat dukungan/permintaan/pengesahan dari top menejemen

2.   Persiapan enam minggu sebelum pelaksanaan

–       Kirim Pengumuman/undangan ke peserta

–       Kirim Pengumuman/undangan ke atasan

–       Pasang pengumuman beserta cara pendaftaran di Web Perusahaan atau papan pengumuman

3.   Persiapan enam minggu sampai satu minggu sebelum pelaksanaan

–       Simpan daftar peserta beserta atasannya

–       Informasikan kepada peserta dan atasannya

  • Nama peserta yang mendaftar / confirm
  • Lokasi kelas (nama ruangan) tempat training
  • Tanggal dan waktu training

–       Catat dan simpan daftar peserta tambahan yang berminat ikut, tetapi tidak masuk dalam daftar yang diundang

–       Perbanyak Hand out

4.   Satu sampai dua hari sebelum Pelaksanaan

–       Telepon atau mail peserta untuk mengingatkan mereka mengenai training

–       Konfirmasi ulang persiapan fasilitas training seperti ruangan, makanan, minuman, breakfast, Audi/video

–       Persiapkan badge untuk trainer dan peserta, daftar hadir, form evaluasi, handout, informasi mengenai hotel

6.   Hari Pelaksanaan

–       Tiba lebih awal di tempat training untuk persiapan akhir

–       Periksa setup ruangan dan refreshment

–       Test semua peralatan

–       Rapikan kabel-kabel yang terpasang di peralatan (pasang isolasi)

–       Persiapkan handout, alat tulis menulis

–       Siapkan meja pendaftaran

6.   Setelah Training

–       Record daftar hadir

–       Kirimkan summary hasil evaluasi reaksi

–       Respon komentar negative dari peserta dengan menelepon atau menemui mereka

–       Kirimkan foto selama kegiatan training kepada semua peserta

–       Lakukan kunjungan kepada peserta/atasan sebagai tindak lanjut dari kegiatan training untuk mengetahui dampak positif training

–       Sesuaikan/koreksi design training jika diperlukan

4 August 2009 at 10:31 PM 3 comments

Menggunakan Staf Professional Sebagi Internal Trainer

Menggunakan staf professional Internal bisa dijadikan salah satu alternative untuk memberikan training internal, khususnya untuk bidang pengetahuan yang spesifik untuk kebutuhan Industri tertentu, yang memang jarang tersedia di luar perusahaan. Dengan kelebihan pengalaman aplikasi lapangan serta pengetahuan system kerja dan karakteristik organisasi yang dimilikinya. Namun demikian perlu diingat bahwa mereka bukan orang yang memang secara khusus bertugas memberikan training, sehingga mereka perlu dipersiapkan agar mampu memberikan training secara efektif.

Memilih Staf Profesional sebagai Internal Trainer

Sebelum memilih staf professional sebagai internal trainer, Perusahaan perlu mengidentifikasi kriteria yang cocok untuk memilih Staf professional tersebut. Daftar periksa dibawah ini dapat membantu menetukan qualifikasi dalam memilih.

  1. Waktu yang tersedia untuk memberikan training
  2. Kesediaan untuk ditugaskan memberikan training
  3. Pengetahuan yang spesifik yang bisa diberikan untuk kebutuhan orang lain
  4. Pengalaman lapangan yang telah memenuhi standar pekerjaan
  5. Pengalaman dalam memberikan training/presentasi
  6. Pengalaman dalam memberikan coaching atau mentoring
  7. Kemampuan komunikasi verbal
  8. Kemampun memberikan one-on-one training or OJT
  9. Kemampuan komunikasi tertulis
  10. Kemampuan memimpin rapat atau sebagai team leader

Anda dapat menentukan skor pada masing-masing kriteria diatas, untuk memilih agar memudahkan seberapa besar mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Proses Memilih Internal Trainer

Beberapa hal dibawah ini perlu dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan proses pemilihan Internal Trainer

Pertama, Ketahui apakah tugas sebagai trainer akan diberikan sebagai ‘part-time’ atau ‘full-time’. Jika akan ditugaskan sebagai ‘full-time’ berarti Ia akan mendapat penugasan baru diluar tugas yang sesuai dengan bidang keahliannya yang dijalaninya selama ini, karena itu proses seleksi harus dilakukan secara formal. Namun jika ‘part-time’, berarti Ia tidak perlu meninggalkan tugasnya saat ini. Tugas sebagai internal trainer dapat ia jalankan pada saat-saat tertentu diluar tugas pokoknya.

Kedua, pertimbangkan apakah tugas yang diberikan ini adalah sebagai tugas sementara (temporary), atau tugas tetap (permanent), hal ini berkaitan dengan system karir serta benefit yang akan ditawarkan, serta kaitannya dengan tugas yang akan diberikan jika mereka sudah selesai menjalankan tugasnya sebagai internal trainer.

Ketiga, pertimbangakan qualifikasi mereka, apakah bisa memenuhi standar yang ditetapkan, sebagimana diuraikan diatas.

Keempat, untuk meningkatkan partisipasi dan ketertarikan professional staf, kirimkan Undangan terbuka kepada calon-calon potensial untuk mengikuti proses pemilihan, jelaskan benefit yang diperoleh serta tugas dan tanggungjawabnya.

Kelima, pertimbangkan untuk membuat kontrak (agreement)  khususnya jika mereka akan ditugaskan secara ‘full-time’ dan permanent. Kontrak ini untuk memastikan komitmen mereka terhadap pemenuhan tugas, seperti berapa lama mereka akan ditugaskan, berapa hari mereka harus memberikan training selama periode kontrak, kesediaan untuk menjalani proses pembekalan, dan kesediaan menjalani evaluasi terhadap kemampuan mereka dalam memberikan training.

Keenam, siapkan workshop Training for Trainer, untuk staf professional terpilih untuk meningkatkan skill mereka dalam mengajar serta membantu mereka lebih ‘familier’ dengan materi yang akan diajarkan.

Ketujuh, pertimbangkan format evaluasi serta strategi reward yang akan diberikan

Kedelapan, siapkan dukungan fasilitas, seperti bahan-bahan penunjang materi, dan kebutuhan audio visul.

Kesembilan, untuk mengembangkan kemampun mereka secara berkelanjutan serta mengidentifikasi potensi masalah, siapkan proses coaching / feedback terhadap kenerja mereka selama memberikan training. Dibawah ini adalah contoh template Feedback dan coaching Internal Trainer.

Untuk menggunakan form ini berikan nilai kinerja trainer dengan mengidentifikasi tiga aspek, yaitu Apa aspek yang positif dari presentasi (P), Apa aspek  yang menarik dari presentasi (I) dan Apa aspek yang harus ditingkatkan (N).

Form ini mengukur 2 aspek keterampilan dalam memberikan training, yaitu:

Pertama konten; apakah informasi yg disampaikan akurat, apakah contoh-contoh yang dipergunakan cukup membantu pemahaman peserta.

Kedua process, apakah peserta aktif dalam proses pembelajaran, apakah metode pembelajaran yang pakai cukup efektif

FEEDBACK AND COACHING TEMPLATE
FOR INTERNAL TRAINERS

Topic: ____________________________________ Facilitator:__________________________

Observer’s name: ___________________________

Use these letters in the space at the left below to rate my observation:

P = positive aspect of this presentation

I = interesting aspect of this presentation

N = I suggest a different approach for next time**

CONTENT OBSERVATION:

_____ Information given is accurate

_____ Shared what was to be learned (objective) and why (WIIFM)

_____ Session starter meets criteria: low risk, everyone participated, relevant

_____ Enough examples were given to promote understanding

_____ Worded questions appropriately

_____ Summary/application appropriate

PROCESS OBSERVATION:

_____ Participants active 50 percent of the time

_____ Used a variety of learning methods and techniques

_____ Managed anxiety well in front of the group

_____ Gave clear directions

_____ Used overhead projector or easel pad appropriately

_____ Used time well (not rushed or too slow)

Comments on strengths of this presenter:

Suggestions for next time:

Copyright 2001 by Jean Barbazette.

4 August 2009 at 9:57 PM Leave a comment

Mengaplikasikan Nilai-nilai Isro Mi’raj kedalam diri

Maha suci ALLAH yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS:17:1)

Terlepas dari berbagai cerita mengenai perjalanan mi’raj Rosulullah yang sudah banyak diuraikan dalam berbagai kitab. Saya ingin mencoba mengambil nilai-nilai dari perjalanan tersebut serta bagaimana mengaplikasikannya dalam bentuk prilaku kedalam diri.

Ada dua kata kunci dari ayat diatas yaitu, Isro & Mi’raj. Isro dapat diartikan perjalanan pada malam hari dan Mi’roj yang artinya Naik. Selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah Mengapa perjalanan tersebut dilakukan pada malam hari ?

Malam hari adalah waktu yang istimewa, waktu yang hening, bebas dari hingar bingar dunia, waktu dimana  sebagian besar manusia sedang  terlelap tidur, saat dimana pikiran beristrirahat dari berbagai persoalan dunia, istirahat dari berbagai ambisi, niat buruk,dan prasangka-prasangka yang memenuhi pikiran. Keadaan pikiran ini akan menghasilkan udara (oxygen) yang dihirup menjadi lebih bersih (suci), karena saat menghirup udara yang masuk kedalam otak, udara akan tercampur dengan pikiran. Berbeda dengan keadan siang hari saat pikiran dipenuhi oleh prasangka-prasangka maka udara yang dihirup akan tercampur dengan kondisi pikiran, sehingga keluar-masuknya udara akan menghasilkan udara yang “kotor”.

Coba anda menggunjingkan kejelekan orang lain, bagaimana reaksi orang yang mendengar pergunjingan itu ?

Coba anda berbicara dengan kata-kata yang kasar, bagaimana perasaan orang yang mendengar perkataan anda ?

Pasti orang-orang disekitar anda akan merasa gerah, emosinya akan tersulut, dan atmosfirnya menjadi tidak nyaman, semua itu terjadi karena udara yang dihirup tercemar oleh keadaan pikiran (pikiran yang negative akan memancarkan energy negative)

Karena itu hamba-hamba yang bangun malam hari meraka akan menghirup udara yang bersih, yang akan mempengaruhi pikiran menjadi bersih. Pikiran yang bersih akan membantu hati menjadi bersih, itulah saat yang tepat untuk melakukan perjalanan kedalam diri dengan penuh kekhusuan. Sebuah perjalanan spiritual untuk mencapai pengenalan diri yang sesungguhnya, karena barangsiapa yang mengenal dirinya maka Ia akan mengenal Tuhannya, itulah puncak perjalanan seorang hamba.

Maka Isro Mi’roj dapat diartikan sebagai perjalanan spiritual seorang hamba dalam mencapai derajat pengenalan ALLAH.  Sebuah  perjalanan dari dalam qolbu yang suci  naik (Mi’roj) menuju  prilaku lahiriah yang TERPUJI….

Mohon maaf jika ada kekeliruan, Hanya ALLAH yang maha mengetahui.

Salam,

Edwin Hermawan

“Learning For Meaningful Life”

20 July 2009 at 11:28 PM Leave a comment

Peran & Fungsi Departemen Traning


Dewasa ini tuntutan terhadap peran departemen training sudah semakin berkembang dari peran tradisional menjadi peran sebagai Performance Consultant. Pada peran tradisional departemen pelatihan dipandang hanya sebagai penyelenggara training (training organizer) dan training manager berperan sebagai trainer atau trainer organizer.

Perkembangan bisnis yang lebih mengandalkan capital knowledge dalam memenagkan persaingan dan mendorong pertumbuhan perusahaan berdampak terhadap tuntutan untuk meningkatkan pengelolaan SDM secara integral, tidak hanya sebatas bagaimana meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, tetapi bagaimana mendorong dan membantu mereka untuk mencapai peak performance. Disinilah peran departemen training sebagai Performance Consultant semakin dirasakan keberadaanya.

Sebagai Performance Consultant, Ia bertanggungjawab terhadap peningkatan SDM yang berdampak pada kinerja perusahaan serta berperan sebagai mitra kelompok manajemen (Pengambil keputusan) dalama hal pencapaian kinerja dan sasaran bisnis.

Secara operasional peran dan tanggungjawab departemen training dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Merancang program training korporat
  2. Berpartisipasi dalam perencanaan SDM agar sesuai dengan kebutuhan bisnis
  3. Menyiapkan dan memonitor anggaran training
  4. Memasarkan program training didalam/internal perusahaan
  5. Membuat data statistic mengenai kegiatan training
  6. Melakukan evaluasi terhadap efektifitas training
  7. Menangani administrasi training

Mengembangkan Kemitraan Manager/Supervisor dengan Departemen Training

Ketika penanggungjawab departemen training mampu membangun kemitraan dengan managemen, maka hal itu akan mempermudah akses dan dukungan terhadap fungsi departemen training. Berikut ini adalah table bentuk kemitraan antara manager dengan  departemen training.

Tabel tersebut menggambarkan tanggungjawab masing-masing dalam setiap tahapan pelaksanaan program training, dari mulai perencanaan, persiapan, penyajian, dan paska training.

Peran Manager dan Training Departemen

Tahap

Manager

Training Dept.

Perencanaan
  • Set standard of performance
  • Define and assess training needs with trainer
  • Define the target population
  • Establish expectation and objectives with the trainer
  • Help the manager define performance standards if none exist
  • Define and assess training need with supervisor
  • Analyze the target population
  • Set expectation and objective with the supervisor
Persiapan
  • Become familiar wit program content
  • Introduce employee to the training program
  • Communicate the need for training to the employee
  • Clarify expectation with the employee following training
  • Develop program content to meet agreed upon objective
  • Provide an overview/pilot of the training program for Supv/Mgr
  • Schedule training with consideratio for workload and the organization’s needs
Penyajian/

Delivery

  • Assure attendance of scheduled employee
  • Do not interrup the training
  • Prepare the work environment to use new learning
  • Compensete for the work load while employees are at training
  • Address issues and problem
  • Stress application of new skills to the job
  • Evaluate whether learning took place and learning objectives were met
Paska

Pelatihan

  • Meet wit the employee to discuss new KSA developed from training
  • Provide follow-up coaching and positive reinforcement
  • Remove work environment obstacle to applying new learning
  • Include new KSA in PA
  • Participate with trainers to evaluate the results of training
  • Provide information to Supv. To assist in follow-up coaching and support
  • Validate content by observing employees use new skill on the job
  • Evaluate the result of changed behavior with Supv.
  • Review and revise training as needed

Pada tahap perencanaan  pembagian peran bertujuan untuk memastikan kinerja yang ingin dicapai peserta setelah mengikuti training serta memastikan siapa karyawan yang tepat mengikuti training tersebut.

Tahap Persiapan bertujuan untuk memastikan bahwa program training yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta dan mereka telah siap untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran.

Tahap Penyajian/delivery bertujuan untuk  memastikan bahwa peserta hadir sesuai dengan jadwal dan manager memberikan dukungan penuh dengan membebaskan mereka dari tugas-tugas selama mengikuti training agar mereka focus dalam menyerap materi training.

Dan pada tahap Paska training bertujuan untuk memastikan bahwa peserta memperoleh pengetahuan baru dan manager memberikan dukungan agar mereka dapat mengaplikasikan pengetahuannya ditempat kerja. Dukungan dapat berupa pemberian  coaching atau menghilangkan hambatan-hambatan dalam lingkungan kerja

Edwin Hermawan

Trainer & HR Consultant

“Learning For Meaningful Life”

9 July 2009 at 10:26 PM Leave a comment

Pertolongan itu datang ditengah Kepasrahan Total

Wanita setengah baya itu sebut saja Ibu Mawar, perawakannya sedang, memakai kerudung dan terlihat sangat gesit. Sejak ditinggal suaminya lebih kurang satu tahun yang lalu ia menjadi tulung punggung keluarga, ia harus bekerja keras menghidupi tiga orang anaknya. “Apapun akan saya lakukan agar anak-anak saya bisa makan dan bersekolah “, begitu ujurnya. Dan memang benar ia sangat ulet dalam melakukan apapun demi menyambung kehidupannya, baginya pantang untuk meminta-minta atau merepotkan orang lain….”Orang mungkin hanya melihat saya dari luar, mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa dirumah saya tidak ada satu butir beraspun, tetapi saya harus tegar dan siap menghadapi resiko apapun demi kehidupan saya” ucapnya penuh ketegaran.

Sejak beberapa bulan terakhir ini, ia dikenalkan oleh saudaranya untuk menjadi agen salah satu asuransi. “Saat ini, pekerjaan ini yang baru saya bisa lakukan, karena pekerjaan ini tidak memerlukan modal uang yang besar, yang penting kerja , ketekunan, dan berani” Itu salah satu alasan mengapa ia menjalani pekerjaa itu, yang mungkin bagi sebagian orang sebuah pekerjaan yang tidak menarik dan menghabiskan banyak waktu.

Awalnya Ia tidak yakin mampu menjalankan pekerjaan ini, karena selama ini Ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa, yang tidak mengerti bagaimana mencari uang, yang Ia tahu rumah harus rapi, melayani suami dengan baik, dan mendidik anak-anak itu saja. Tetapi Ia tidak mau tenggelam dalam keterbatasan dan pengalaman masa lalu,”saya harus bisa menciptakan pengalaman baru, kesempatan baru dan masa depan baru, kalaupun saya belum berhasil setidaknya saya bisa memberikan contoh kepada anak-anak saya bahwa Ibunya adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.Saya harus bisa menyingkirkan rasa malu, gengsi, takut gagal, takut dicemooh, dan semua perasaan-perasaan lain yang menghalangi saya untuk berjalan… Saya tidak bisa hidup dengan menggendong perasaan-perasaan itu, saya harus kosongkan isi tas punggung saya, dan diisi dengan optimisme, keyakinan, ketekunan dan keberanian mengambil resiko apapun karena saya yakin bahwa ALLAH pasti bersama dengan orang-orang yang berjuang” demikian prinsip yang selalu dipegangnya

Dan memang benar, sejak menjadi sales asuransi Ia lebih sering berada diluar rumah,Ia datangi siapapun untuk menawarkan jasanya, teman-teman suaminya, keluarganya, tetangga, bahkan orang yang tidak ia kenal sekalipun.

Adalah sepeda motor bebek warna hitam-merah keluaran tahun 2000an, yang setia menemani perjuangannya kemanapun, Terkadang Ia harus berada diatas sepeda motor untuk menempuh perjalanan lebih dari 200km dalam sehari, menghadapi teriknya matahari jalanan, debu dan asap knalpot dari bermacam kendaraan serta terkadang berpeluh dengan derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya.

Hari itu Ia berniat menemui salah seorang calon customernya, tetapi perasaan ragu sempat menghinggapinya, saat uang yang tersisa didompetnya hanya Rp. 10.000,-, sedangkan Ia harus menempuh perjalanan sejauh lebih kurang 100KM, tetapi kalau ingat wajah-anak-anaknya semangatnya timbul kembali. Ia pun akhirnya menyalakan motornya dan dengan penuh keyakinan ia memacu motornya dengan kecepatan 60km/jam menyusuri kemacetan jalanan dan hiruk pikuknya jalan raya.

Ketika sampai didaerah calon customernya, Ia mulai mencari-cari alamatnya, Ia bertanya ke tukang parkir, pedagang asongan, pejalan kaki, tetapi alamatnya belum ketemu juga. Sudah lebih dari satu jam ia mengitari kota itu, tetapi Ia belum menemukan juga alamatnya, tak terasa waktu sudah menujukan pukul 17.30, ia baru sadar ternyata petujuk bensin dimotornya sudah batas minimal, dan tak terasa perutnyapun sudah mulai ‘kriuk..kriuk’ meminta diisi. Sejenak Ia menghentikan motornya dan berpikir “mungkin sebaiknya aku pulang saja karena sudah terlalu sore, tetapi saya harus mengisi bensin dulu
agar bisa pulang” bisiknya dalam hati

Iapun menjalankan kembali sepeda motornya, tetapi baru beberapa puluh meter berjalan, mendadak motornya mogok, sementara hari mulai mendung dan gelap. Dengan langkah pelan dan sisa-sisa tenaga Ia menuntun sepeda motornya… tetapi hujan tiba-tiba turun begitu derasnya… dengan basah kuyup Ia terus berjalan.. tetapi ia mulai bingung dari mana ia punya uang untuk memperbaiki sepeda motornya?.. uangnya tidak mungkin cukup untuk memperbaiki motor dan membeli bensin… sementara hujan disertai dengan gledek dan halilintar terus bersautahutan, tak terasa badannya sudah semakin lemas sementara hari bertambah gelap dan waktu sudah menujukan pukul 19.00. Ya ALLAH apa yang harus saya lakukan ?… anak-anak pasti sudah menunggu dirumah, mereka pasti belum makan ya ALLAH ? Ia terdiam sejenak dan terus berdoa “Yaa ALLAH tolonglah hambamu, aku yakin hanya Engkaulah maha menolong hamba-hambaNya……

Tubuhnya semakin menggigil kedinginan seluruh bajunya sudah basah terkena air hujan, sementara kulit tanganya sudah mulai mengkerut menahan kedinginan dan rasa lapar yang sangat…..

Dengan sisa-sisa tenaganya dan doa yang tak henti mengalir dari mulutnya ia terus berjalan menuntun sepeda motornya, dan tiba-tiba saat melintas di depan sebuah rumah berwarna putih dengan cat pagar warna hitam, seorang laki dari teras rumah memanggil. Ibu knapa motornya ? Iapun sempat kaget ada orang yang memangilnya “Motor saya mogok pak, ga tahu kenapa, saya mau cari begkel. Begkel motor masih jauh bu.. biar saya bantu dan saya periksa motornya, ibu masuk saja ke rumah, ucap bapak itu dengan penuh keramahan. Ia sempat ragu, tetapi ia tidak punya pilihan lain,.. mungkin bapak ini tulus membantu saya, ujarnya dalam hati. Ibu kenalkan itu Istri saya dan ini adalah anak-anak saya, ucapan itu terlontar saat Ia masuk kedalam rumah, mereka menyambut dengan sangat luar biasa ramah, semua keluarganya begitu perhatian dan ber-empati kepadanya

Setelah beberapa ngobrol, tak diduga Ia dihidangi makan malam,”Ayo makan yang banyak, Ibu sudah sangat kelelahan…, ga usah malu-malu ya bu…” ucap Istri bapak itu. Oh ya..bu terima kasih, Ia pun makan, dengan lahap, Ya ALLAH terima kasih, saya belum pernah makan senikmat ini ya ALLAH.

“Ibu terlihat sudah sangat kecapean, sebaiknya nginap disini saja, sekarang sudah terlalu malam, lagi pula hujan masih besar,..motornya biar besok bapaknya anak-anak bawa ke bengkel”, ucap istri Bapak itu menawarkan bantuana. Walupun sebenarnya Ia tidak mau merepotkan keluarga itu, tetapi akhirnya Ia memutuskan menginap.

Besok harinya, bapak itupun memperbaiki motor ke bengkel. “Bu motornya sudah diperbaiki dan sekaligus ganti oli juga, dan InsyaALLAH ga mogok lagi”. “Bagaimana saya harus berterima kasih kepada bapak ?” ucapnya. Ibu tidak usuh pikirkan itu yang penting motor ibu sekarang udah ga mogok lagi. “Terima kasih Ya ALLAH”, ucapnya bersyukur dalam hati.

“Oh ya.. bu kami juga mau ngambil asuransi pendidikan buat anak kami, kebetulan ia belum diikutkan” kata istri Bapak itu menambahkan. “Ya..ALLAH, entah bagaimana cara saya harus bersyukur, hari ini Engkau berikan limpahan rezeki dan keberkahan yang tak ternilai melaui keluarga ini..”, ucapnya dalam hati”

Setelah mengurus administrasi asuransi, Iapun segera pamit, tetapi sesuatu yang tak terduga datang lagi. ” Ini ada sedikit bekal buat ibu diperjalanan .. tolong diterima,…” kata istri bapak itu sambil menyodorkan selembar amplop putih.. “Ya ALLAH saya sudah tak sanggup berkata apa-apa lagi, Ia langsung peluk istri bapak itu… terima kasih..bu..terima kasih…terima kasih, dengan terbata-bata ucapan itu meluncur dari mulutnya…diiringi dengan tetesan air mata dan keharuan yang tak terbendung

“Ya ALLAH aku bersyukur kepadaMu telah engkau kirimkan kepadaku “malaikat” yang mengeluarkan aku dari kesulitan kepada kemudahan dan kegembiraan..pertolonganMu begitu dekat, jadikan aku hamba-hambaMu yg selalu bersyukur kepadaMu ya ALLH..”

Iapun pulang dengan pengalaman yang tak terlupakan,…

Depok, 20 Juni 09

Salam,

Edwin Hermawan

catatan:
seorang bijak berkata: “maka rendahkanlah dirimu dalam kepasrahan dan ketidakberdayaan dihadapan Tuhanmu niscaya Tuhanmu akan menolongmu”….

Moto “Learning for Meaningful Life”

3 July 2009 at 4:02 AM Leave a comment

Sang Maestro

Alkisah, dari salah satu balai lelang terkenal di dunia, tengah berlangsung lelang barang-barang seni yang sangat langka dan berkualitas tinggi, hari itu semua koleksi lelang laku terjual dengan harga sangat tinggi, hanya tersisa 1 biola tua.

“Baiklah hadirin yang mulia tiba gilirannya kami untuk melelang satu buah biola karya terakhir dari seorang seniman biola kelas dunia, yang sangat terkenal, inilah 1 buah biola klasik dengan harga pembukaan $5.000”, ucap juru leleng dengan suara  yang lantang. Semua mata hadirinpun tertuju ke sebuah biola yang dipajang disamping juru lelang. Biola itu terlihat kusam dan berdebu, senarnya terlihat longgar, dan alat geseknya terlihat kendor tak bergairah, sangat jauh dari kesan sebuah  karya seorang seniman kelas dunia.

Setelah memberi kesempatan beberapa saat kepada hadirin ternyata tidak ada satupun yang berminat menawar biola itu. Akhirnya juru lelangpun menurunkan harga. “Karena tidak ada yang menawar maka kami turunkan harga biola ini menjadi $ 4.000″  teriak juru lelang. Semua hadirin hanya terdiam, ruangan lelangpun menjadi sunyi, mereka hanya saling pandang, saling menunggu reaksi satu sama lain, setelah beberapa saat berlalu ternyata tidak ada satupun peserta lelang yang tertarik dengan harga tawaran itu. Akhirnya juru lelang pun kembali menurunkan harga menjadi $ 2,000, namun sungguh mengherankan tak ada satupun hadirin yang berminat membeli biola tersebut. Sampai akhirnya juru lelang menutup harga terakhir di angka $ 500.

Dengan wajah mulai tampak lelah, juru lelang terus menunggu penawar yang berani membeli dengan harga terakhir, namun sungguh diluar dugaan, tak ada satupun hadirin yang berani membeli biola tersebut. Tetapi beberapa detik sebelum lelang ditutup seorang anak muda mengacungkan tangan, sebagai isyarat bahwa ia berminat untuk membeli biola tersebut. Wajah juru lelang mulai terlihat semangat kembali…”Apakah saudara berminat untuk mebeli biola ini dengan harga $ 500” tanya juru lelang. “Benar tuan, saya adalah siswa sekolah musik, biola itu akan saya gunakan untuk alat latihan saya”. “Hadirin semua, akhirnya biola ini akan dibeli oleh seorang siswa sekolah musik….” , “Tunggu..” tiba-tiba saja dari arah belakang terdengar suara laki-laki tua menghentikan suara juru lelang. Semua kepala hadirin menengok kebelakang untuk melihat siapa yang datang…wajah hadirinpun seketika tercengang, mereka hampir tidak percaya bahwa laki-laki tersebut adalah salah seorang murid terbaik seniman pencipta biola tersebut, keahliannya memaikan biola dan kemasyrannya hampir menyami gurunya, selama ini ia dikenal sebagai seorang Maestro biola yang ada dinegeri itu. ”  Sang maestro terus berjalan kedepan ruangan lelang dengan diikuti sorotan tajam mata hadirin yang tak berkedip sedetikpun.

Iapun mengambil biola yang dipajang, dan mulai membersihkan debu-debu yang menempel dengan sangat hati-hati, kemudian ia menyetel kembali senar-senar biola dengan sangat teliti, beberapa kali ia terlihat mengencangkan satu per satu senar biola, sampai ia akhirnya menemukan setelan senar yang pas.

Sejurus kemudian ia memainkan biola itu, suasana yang tadinya hening,  sontak meriah, suara lantunan biolanya seperti menyihir siapapun yang ada diruang itu, semua hadirin berdiri dan bergerak mengikuti irama biola, tak ada lagi kesunyian, tak ada lagi kebingungan, tak ada lagi kelesuan, semuanya ceria, wajah-wajah hadirin pun terlihat bersinar memancarkan kegembiraan, sang Maestro terus mamainkan biolanya, kemudian ia memainkan melodi yang lebih meriah lagi…semua hadirinpun larut dalam kemeriahan dan kegembiraan…setelah beberapa saat “menyihir” hadirin dengan musik yang meriah, sang Maestro mengubah lantunan iramanya, kini ia menghadirkan suasana musik yang mampu menciptakan ketenangan, hadirinpun duduk.. dan menikmati lantunan biola yang mulai merasuk sukma, Sang Maestro pun  terus memainkan biolanya,.. suasana terasa begitu tenang, begitu damai….dan  terlihat raut wajah hadirin yang memancarkan ketentraman batin…

Dan akhirnya sang  Maestro meghentikan permainan biolanya. kemudian ia berkata didepan hadirin “Biola ini adalah  salah satu karya terbaik guru saya sebelum meninggal, Saya  tidak rela jika biola ini hanya dihargai $500” .  Kemudain salah seorang hadirin berdiri dan menujuk tangan “Saya akan membeli biola ini seharga $ 5000…”, “Saya akan membeli dengan harga $10.000,… “. “Saya berani $ 20.000, “. “Saya akan ambil dengan penawaran $ 40.000,”. ujar hadirin yang lain. “Baiklah apakah masih ada yang menawar dengan harga yang lebih tinggi ? “ tanya juru lelang. Baru beberapa saat seorang laki-laki berdiri dan berkata “$ 50.000,-”

Akhirnya biola itupun terjual dengan harga $ 50.000 atau 100 kali lipat dari harga penawaran terakhir.

Kita semua adalah karya sempurna dan  terbaik dari sang maha pencipta, namun perjalan hidup kita didunia membuat jiwa dan ke-insanan kita terselimuti debu-debu; debu amarah, debu kebencian, debu kedengkian, debu syahwat, debu kemalasan, debu kebohongan, debu kesombongan, keimanan kitapun sering longgar, kita masih sering melanggar perintahNya, dan  masih sering lalai dari mengingatNya, yang  bisa menjurumuskan manusia kepada derajat yang rendah.

Karena itu kita membutuhkan seorang Maestro yang akan membimbing dan membersihkan debu-debu yang menyelimuti jiwa kita, yang akan menyetel kembali keimanan kita, untuk   melantunkan prilaku yang menciptakan kebahagiaan dan  kedamaian bagi sesama untuk mencapai derajat keiinsanan sebagai buah maha karya dari sang Maha Pencipta.

Wassalam,

Edwin Hermawan

“Learning for Meaningful Life”

3 July 2009 at 3:51 AM Leave a comment


December 2016
S M T W T F S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031