Posts tagged ‘malaikat penolong’

Pertolongan itu datang ditengah Kepasrahan Total

Wanita setengah baya itu sebut saja Ibu Mawar, perawakannya sedang, memakai kerudung dan terlihat sangat gesit. Sejak ditinggal suaminya lebih kurang satu tahun yang lalu ia menjadi tulung punggung keluarga, ia harus bekerja keras menghidupi tiga orang anaknya. “Apapun akan saya lakukan agar anak-anak saya bisa makan dan bersekolah “, begitu ujurnya. Dan memang benar ia sangat ulet dalam melakukan apapun demi menyambung kehidupannya, baginya pantang untuk meminta-minta atau merepotkan orang lain….”Orang mungkin hanya melihat saya dari luar, mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa dirumah saya tidak ada satu butir beraspun, tetapi saya harus tegar dan siap menghadapi resiko apapun demi kehidupan saya” ucapnya penuh ketegaran.

Sejak beberapa bulan terakhir ini, ia dikenalkan oleh saudaranya untuk menjadi agen salah satu asuransi. “Saat ini, pekerjaan ini yang baru saya bisa lakukan, karena pekerjaan ini tidak memerlukan modal uang yang besar, yang penting kerja , ketekunan, dan berani” Itu salah satu alasan mengapa ia menjalani pekerjaa itu, yang mungkin bagi sebagian orang sebuah pekerjaan yang tidak menarik dan menghabiskan banyak waktu.

Awalnya Ia tidak yakin mampu menjalankan pekerjaan ini, karena selama ini Ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa, yang tidak mengerti bagaimana mencari uang, yang Ia tahu rumah harus rapi, melayani suami dengan baik, dan mendidik anak-anak itu saja. Tetapi Ia tidak mau tenggelam dalam keterbatasan dan pengalaman masa lalu,”saya harus bisa menciptakan pengalaman baru, kesempatan baru dan masa depan baru, kalaupun saya belum berhasil setidaknya saya bisa memberikan contoh kepada anak-anak saya bahwa Ibunya adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.Saya harus bisa menyingkirkan rasa malu, gengsi, takut gagal, takut dicemooh, dan semua perasaan-perasaan lain yang menghalangi saya untuk berjalan… Saya tidak bisa hidup dengan menggendong perasaan-perasaan itu, saya harus kosongkan isi tas punggung saya, dan diisi dengan optimisme, keyakinan, ketekunan dan keberanian mengambil resiko apapun karena saya yakin bahwa ALLAH pasti bersama dengan orang-orang yang berjuang” demikian prinsip yang selalu dipegangnya

Dan memang benar, sejak menjadi sales asuransi Ia lebih sering berada diluar rumah,Ia datangi siapapun untuk menawarkan jasanya, teman-teman suaminya, keluarganya, tetangga, bahkan orang yang tidak ia kenal sekalipun.

Adalah sepeda motor bebek warna hitam-merah keluaran tahun 2000an, yang setia menemani perjuangannya kemanapun, Terkadang Ia harus berada diatas sepeda motor untuk menempuh perjalanan lebih dari 200km dalam sehari, menghadapi teriknya matahari jalanan, debu dan asap knalpot dari bermacam kendaraan serta terkadang berpeluh dengan derasnya air hujan yang membasahi tubuhnya.

Hari itu Ia berniat menemui salah seorang calon customernya, tetapi perasaan ragu sempat menghinggapinya, saat uang yang tersisa didompetnya hanya Rp. 10.000,-, sedangkan Ia harus menempuh perjalanan sejauh lebih kurang 100KM, tetapi kalau ingat wajah-anak-anaknya semangatnya timbul kembali. Ia pun akhirnya menyalakan motornya dan dengan penuh keyakinan ia memacu motornya dengan kecepatan 60km/jam menyusuri kemacetan jalanan dan hiruk pikuknya jalan raya.

Ketika sampai didaerah calon customernya, Ia mulai mencari-cari alamatnya, Ia bertanya ke tukang parkir, pedagang asongan, pejalan kaki, tetapi alamatnya belum ketemu juga. Sudah lebih dari satu jam ia mengitari kota itu, tetapi Ia belum menemukan juga alamatnya, tak terasa waktu sudah menujukan pukul 17.30, ia baru sadar ternyata petujuk bensin dimotornya sudah batas minimal, dan tak terasa perutnyapun sudah mulai ‘kriuk..kriuk’ meminta diisi. Sejenak Ia menghentikan motornya dan berpikir “mungkin sebaiknya aku pulang saja karena sudah terlalu sore, tetapi saya harus mengisi bensin dulu
agar bisa pulang” bisiknya dalam hati

Iapun menjalankan kembali sepeda motornya, tetapi baru beberapa puluh meter berjalan, mendadak motornya mogok, sementara hari mulai mendung dan gelap. Dengan langkah pelan dan sisa-sisa tenaga Ia menuntun sepeda motornya… tetapi hujan tiba-tiba turun begitu derasnya… dengan basah kuyup Ia terus berjalan.. tetapi ia mulai bingung dari mana ia punya uang untuk memperbaiki sepeda motornya?.. uangnya tidak mungkin cukup untuk memperbaiki motor dan membeli bensin… sementara hujan disertai dengan gledek dan halilintar terus bersautahutan, tak terasa badannya sudah semakin lemas sementara hari bertambah gelap dan waktu sudah menujukan pukul 19.00. Ya ALLAH apa yang harus saya lakukan ?… anak-anak pasti sudah menunggu dirumah, mereka pasti belum makan ya ALLAH ? Ia terdiam sejenak dan terus berdoa “Yaa ALLAH tolonglah hambamu, aku yakin hanya Engkaulah maha menolong hamba-hambaNya……

Tubuhnya semakin menggigil kedinginan seluruh bajunya sudah basah terkena air hujan, sementara kulit tanganya sudah mulai mengkerut menahan kedinginan dan rasa lapar yang sangat…..

Dengan sisa-sisa tenaganya dan doa yang tak henti mengalir dari mulutnya ia terus berjalan menuntun sepeda motornya, dan tiba-tiba saat melintas di depan sebuah rumah berwarna putih dengan cat pagar warna hitam, seorang laki dari teras rumah memanggil. Ibu knapa motornya ? Iapun sempat kaget ada orang yang memangilnya “Motor saya mogok pak, ga tahu kenapa, saya mau cari begkel. Begkel motor masih jauh bu.. biar saya bantu dan saya periksa motornya, ibu masuk saja ke rumah, ucap bapak itu dengan penuh keramahan. Ia sempat ragu, tetapi ia tidak punya pilihan lain,.. mungkin bapak ini tulus membantu saya, ujarnya dalam hati. Ibu kenalkan itu Istri saya dan ini adalah anak-anak saya, ucapan itu terlontar saat Ia masuk kedalam rumah, mereka menyambut dengan sangat luar biasa ramah, semua keluarganya begitu perhatian dan ber-empati kepadanya

Setelah beberapa ngobrol, tak diduga Ia dihidangi makan malam,”Ayo makan yang banyak, Ibu sudah sangat kelelahan…, ga usah malu-malu ya bu…” ucap Istri bapak itu. Oh ya..bu terima kasih, Ia pun makan, dengan lahap, Ya ALLAH terima kasih, saya belum pernah makan senikmat ini ya ALLAH.

“Ibu terlihat sudah sangat kecapean, sebaiknya nginap disini saja, sekarang sudah terlalu malam, lagi pula hujan masih besar,..motornya biar besok bapaknya anak-anak bawa ke bengkel”, ucap istri Bapak itu menawarkan bantuana. Walupun sebenarnya Ia tidak mau merepotkan keluarga itu, tetapi akhirnya Ia memutuskan menginap.

Besok harinya, bapak itupun memperbaiki motor ke bengkel. “Bu motornya sudah diperbaiki dan sekaligus ganti oli juga, dan InsyaALLAH ga mogok lagi”. “Bagaimana saya harus berterima kasih kepada bapak ?” ucapnya. Ibu tidak usuh pikirkan itu yang penting motor ibu sekarang udah ga mogok lagi. “Terima kasih Ya ALLAH”, ucapnya bersyukur dalam hati.

“Oh ya.. bu kami juga mau ngambil asuransi pendidikan buat anak kami, kebetulan ia belum diikutkan” kata istri Bapak itu menambahkan. “Ya..ALLAH, entah bagaimana cara saya harus bersyukur, hari ini Engkau berikan limpahan rezeki dan keberkahan yang tak ternilai melaui keluarga ini..”, ucapnya dalam hati”

Setelah mengurus administrasi asuransi, Iapun segera pamit, tetapi sesuatu yang tak terduga datang lagi. ” Ini ada sedikit bekal buat ibu diperjalanan .. tolong diterima,…” kata istri bapak itu sambil menyodorkan selembar amplop putih.. “Ya ALLAH saya sudah tak sanggup berkata apa-apa lagi, Ia langsung peluk istri bapak itu… terima kasih..bu..terima kasih…terima kasih, dengan terbata-bata ucapan itu meluncur dari mulutnya…diiringi dengan tetesan air mata dan keharuan yang tak terbendung

“Ya ALLAH aku bersyukur kepadaMu telah engkau kirimkan kepadaku “malaikat” yang mengeluarkan aku dari kesulitan kepada kemudahan dan kegembiraan..pertolonganMu begitu dekat, jadikan aku hamba-hambaMu yg selalu bersyukur kepadaMu ya ALLH..”

Iapun pulang dengan pengalaman yang tak terlupakan,…

Depok, 20 Juni 09

Salam,

Edwin Hermawan

catatan:
seorang bijak berkata: “maka rendahkanlah dirimu dalam kepasrahan dan ketidakberdayaan dihadapan Tuhanmu niscaya Tuhanmu akan menolongmu”….

Moto “Learning for Meaningful Life”

3 July 2009 at 4:02 AM Leave a comment


July 2014
S M T W T F S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.